Adhika Nugraha

Just another Blog Civitas UPI site

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan mengenai komunikasi dalam jaringan komputer. Jaringan komputer tentu saja memiliki keterkaitan dengan yang namanya komunikasi, dari namanya saja sudah ‘jaringan’ yang sudah pasti terhubung dan memiliki komunikasi. Secara harfiah pengertian dari komunikasi ini adalah proses pengiriman informasi antara dua titik dengan menggunakan kode biner (0 dan 1) melewati saluran transmisi dan peralatan switching yang terjadi antar komputer, komputer dengan terminal, atau bahkan komputer dengan device. Istilah jaringan komputer juga dapat diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang terdiri dari dua komputer atau lebih yang saling terhubung. Tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah agar informasi atau data yang dibawa pengirim (transmitter) dapat sampai kepada penerima (receiver) dengan tepat dan akurat.

Enkapsulasi Tiap Lapisan dalam Protokol

Data-data yang akan dikirim ke jaringan tentunya harus melalui sebuah proses, proses tersebut dinamakan dengan proses data enkapsulation (enkapsulasi data). Enkapsulasi ini adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau melindungi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem, menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, juga membuat satu jenis jatingan paket data menjadi jenis paket data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol pada layer yang lebih tinggi serta meletakkan data ke format data  yang dipahami oleh protokol tersebut.

Ada lima langkah konversi pada enkapsulasi data, yaitu:

  1. Membuat data
  2. Masukkan data ke segment
  3. Masukkan segment ke dalam paket atau datagram
  4. Masukkan paket dalam frame
  5. Konversi frame ke pola 1 dan 0 (bit)

 

Perjalanan dengan Rute dari Pengirim ke Penerima

Data atau paket yang akan dikirimkan dari pengirim ke penerima tentu akan melalui rute/jalan yang akan dilalui oleh data tersebut, berikut adalah rangkaian perjalanan data dengan rute dari pengirim ke penerima:

  1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melalui Application layer (layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan.
  2. Kemudian data diteruskan ke Presentation Layer (layer 6), Jika proses sudah lengkap, selanjutnya ditambahakan informasi yang diperlukan.
  3. Lalu di forward ke Session layer (layer 5) setiap informasi yang akan dilewatkan ditambahkan header setiap turun 1 layer . Namun, pada pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Ini dikarena-kan tidak ada informasi baru yang perlu diproses.
  4. Sampailah data di Transport layer (layer 4),disini memastikan bahwa data mempunya I suatu koneksi yang sudah tepat dengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk segment.Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini. Lalu terbentuk L4PDU dari proses ini.
  5. Selanjutnya segment tersebut diteruskan ke Network layer (layer 3), disini diterima segment-segment tadi dan ditambahkan alamat network untuk station yang me-request dan alamat network untuk server yang direquest. Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-packet, Kemudian layer Network membuat header Network, dimana didalamnya terdapat juga alamat layer Network, dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, dan terbentuklah L3PDU.
  6. Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke layer Data Link(layer 2) dan paket-paket tadi diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame. Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media. Seluruh informasi yanng ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request) harus cocok ke dalam ukuran field nya pada frame ethernet.Data link layer bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan.Terbentuklah L2PDU pada proses ini.
  7. Terakhir, sampailah data di Physical Layer (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju destination. Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan melewatkan informasi itu ke bentuk bits. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya ditransmisikan melalui media. Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik lapisan Physical layeryang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik.

 

Deskripsi Layering dengan Protokol Graph

Protokol OSPF (Open Shortest Path First) atau Protokol Graph sekarang sudah banyak digunakan sebagai protokol router interior pada jaringan TCP/IP. OSPF ini menghitung rute melalui internet yang paling sedikit biayanya, berdasarkan metrik biaya yang dapat dikonfigurasi pengguna. Pengguna dapat mengkonfigurasi biaya, mengekspresikan fungsi penundaan, kecepatan data, biaya dolar, atau faktor lainnya.

OSPF mampu menyamakan beban diatas beberapa jalur biaya yang sama. Setiap router menjaga database yang memakai topologi yang dikenal sebagai sistem otonom yang berupakan bagian dari router itu sendiri.

Grafik ini terdiri dari hal-hal berikut:

  • Verteks, atau simpul, dari dua jenis:
  1. Router
  2. Jaringan, yang pada gilirannya terdiri dari dua jenis
  3. Transit, jika dapat membawa data yang tidak berasal atau berakhir pada akhir sistem yang terpasang ke jaringan ini
  4. Rintisan, jika bukan jaringan transit
  • Tepian dua jenis:
  1. Grafik tepi yang menghubungkan dua simpul router saat yang sesuai router saling terhubung satu sama lain melalui tautan langsung point-to-point
  2. Tepi grafik yang menghubungkan vertex router ke jaringan vertex ketika router terhubung langsung ke jaringan Gambar 19.7, berdasarkan pada RFC 2328, menunjukkan contoh otonomsistem, dan Gambar 19.8 adalah grafik diarahkan yang dihasilkan.

Pemetaannya sangat mudah:

  1. Dua router yang tergabung dengan tautan titik-ke-titik diwakili dalam grafik sebagai sedanglangsung dihubungkan dengan sepasang sisi, satu di setiap arah (misalnya, router 6 dan 10).
  2. Ketika beberapa router terhubung ke jaringan (seperti LAN atau packetswitchingjaringan), grafik yang diarahkan menunjukkan semua router terhubung secara bidirectionalke titik jaringan (mis., router 1, 2, 3, dan 4 semua terhubung kejaringan 3).
  3. Jika satu router terhubung ke jaringan, jaringan akan muncul dalam grafiksebagai koneksi rintisan (mis., jaringan 7).
  4. Sistem akhir, yang disebut host, dapat langsung terhubung ke router, di manacase ini digambarkan dalam grafik yang sesuai (misalnya, host 1).• Jika router terhubung ke sistem otonom lain, maka biaya jalannyasetiap jaringan dalam sistem lain harus diperoleh oleh beberapa router eksteriorprotokol (ERP). Setiap jaringan tersebut direpresentasikan pada grafik oleh sebuah rintisan dan sebuah keunggulan.

Hello world!

Posted by addeyzombie under Uncategorized

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Theme Provided By: Wordpress Themes - Cash Loan Personal